Panduan Memilih Ketebalan PU Concrete Sesuai dengan Suhu Operasional Cold Storage

Pemilihan ketebalan PU Concrete untuk lantai cold storage tidak bisa disamaratakan. Suhu operasional menjadi salah satu faktor utama yang menentukan spesifikasi lantai, karena semakin rendah suhu yang dihadapi, semakin besar pula tuntutan terhadap ketahanan dan ketebalan sistem coating.
Selain suhu, pemilihan jenis PU Concrete juga perlu mempertimbangkan kondisi beton, beban operasional, serta sistem aplikasi yang digunakan agar lantai tetap kuat dan tidak mudah mengalami kerusakan selama digunakan.
Mengapa Ketebalan PU Concrete Perlu Disesuaikan dengan Suhu Cold Storage?
Cold storage atau ruangan pendingin memiliki kondisi operasional yang berbeda dari ruangan biasa. Lantai dapat mengalami paparan suhu rendah secara terus-menerus, bahkan hingga di bawah titik beku. Perubahan temperatur tersebut membuat material lantai harus memiliki ketahanan yang sesuai dengan kondisi lingkungan.
Semakin rendah suhu operasional, semakin penting pemilihan sistem lantai yang sesuai dengan kondisi tersebut. Ketebalan PU Concrete perlu ditentukan berdasarkan rentang suhu yang akan dihadapi, bukan hanya berdasarkan kebutuhan ketebalan lapisan.
Dalam aplikasinya, PU Concrete dapat dibedakan menjadi tiga jenis berdasarkan kandungan filler, yaitu:
1. Low Filler (LF)
Untuk area dengan suhu operasional normal sekitar 20 - 30°C, sistem PU Concrete Low Filler (LF) dapat digunakan dengan ketebalan sekitar 1.500 micron atau 1,5 mm.
Pada sistem ini, aplikasi diawali dengan primer epoxy, kemudian dilanjutkan lapisan finish menggunakan PU Concrete LF dengan konsumsi sekitar 3 kg-set/meter². Ketebalan 1,5 mm dapat menjadi pilihan untuk area yang tidak mendapatkan paparan suhu ekstrim seperti ruang produksi yang selalu terpapar air atau area pendukung dengan temperatur normal.
2. Medium Filler (MF)
Jika kebutuhan lantai berada pada kisaran 2 - 5mm, sistem dapat menggunakan PU Crete Medium Filler (MF). Lapisan Screed coat atau primer menggunakan konsumsi sekitar 1 kg/m², kemudian sisa ketebalan dibentuk melalui lapisan finishing. Dengan sistem yang tepat, ketebalan sekitar 3mm dapat menggunakan konsumsi total sekitar 6kg-set/m².
Pada ketebalan 3mm, PU Crete MF dapat digunakan untuk menghadapi suhu sekitar -5°C hingga 90°C, dengan catatan kondisi beton sebagai substrat harus memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan. Untuk aplikasi pada kondisi tersebut, beton sebaiknya memiliki kualitas minimal K300.
Hal ini menunjukkan bahwa ketebalan PU Concrete tidak dapat dipisahkan dari kualitas beton di bawahnya. Material coating yang memiliki ketahanan tinggi tetap membutuhkan substrat yang kuat agar sistem lantai dapat bekerja secara optimal.
3. High Filler (HF)
Untuk cold storage dengan temperatur yang lebih rendah, penggunaan PU Concrete High Filler (HF) menjadi pilihan dengan ketebalan yang lebih tinggi. Secara umum, HF digunakan untuk sistem dengan ketebalan 6mm ke atas.
Untuk suhu sekitar 0°C hingga -20°C, ketebalan yang dapat digunakan adalah sekitar 6mm dengan konsumsi material sekitar 12 kg-set/m². Ketika suhu operasional semakin rendah, kebutuhan ketebalan juga meningkat.
Pada suhu sekitar -20°C hingga -30°C, sistem dapat menggunakan ketebalan sekitar 9mm dengan konsumsi sekitar 18kg-set/m². Sementara itu, untuk kondisi yang lebih ekstrim pada kisaran -30°C hingga -45°C, kebutuhan ketebalan dapat mencapai 12mm dengan konsumsi sekitar 24kg-set/m².
Untuk sistem 12mm tersebut, screed coat menggunakan PU Concrete MF, kemudian dilanjutkan dengan sistem HF. Karena tuntutan terhadap substrat semakin tinggi pada temperatur ekstrim, beton yang digunakan sebaiknya memiliki kualitas minimal K400.
Kondisi Beton Menentukan Keberhasilan Aplikasi
Selain menentukan ketebalan PU Crete, kondisi beton cold storage perlu diperhatikan sebelum pekerjaan dimulai.
Untuk cold storage yang sudah beroperasi, inspeksi beton sebaiknya dilakukan saat ruangan sudah dicairkan (defrost) dan suhu substrat di atas titik beku. Beton yang beku menjadi sangat keras, sehingga hasil uji kekuatan dan kondisi permukaan terbaca lebih tinggi dari kondisi sebenarnya.
PU Concrete sebaiknya tidak diaplikasikan langsung di atas lantai acian. Daya lekat PU Concrete ke beton sangat kuat, sehingga acian yang berada di antaranya menjadi titik terlemah sistem. Saat lantai menerima beban atau tekanan, acian terkelupas dari beton, dan PU Concrete ikut terangkat bersamanya.
Karena itu, sebelum aplikasi, permukaan harus dipersiapkan hingga mendapatkan substrat beton yang kuat dan sesuai. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut sejak awal, sistem lantai PU Concrete dapat direncanakan sesuai kondisi operasional cold storage dan kebutuhan ketahanan lantai dalam jangka panjang.
Recent Posts
5 Alasan Mengapa Pabrik di Surabaya Harus Menggunakan Epoxy Sebagai Pelapis Lantainya
Mengenal Lebih Jauh Tentang PU Crete, Cat Lantai Cold Storage yang Tahan Suhu Ekstrem
Apa itu Waterproofing? Mengenal Fungsi dan Pentingnya bagi Ketahanan Bangunan

