Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi sorotan nasional sejak dimulainya program ini. Fokus publik tak hanya pada menu yang tersaji, tapi juga pada bagaimana makanan tersebut diproses. Salah satu hal paling penting dalam operasional dapur skala besar adalah kebersihan area kerja, khususnya lantai.

Dalam pembangunan dapur sentral, penggunaan epoxy lantai di dapur MBG kini menjadi standar karena lapisannya mampu berfungsi untuk mencegah kontaminasi bakteri di makanan.

Lantai beton biasa atau keramik dengan nat yang banyak memiliki pori-pori ini bisa menjadi tempat persembunyian sempurna bagi sisa makanan, tumpahan susu, dan kelembaban yang memicu pertumbuhan bakteri dan jamur.

Baca Juga: Ini 7 Alasan Kenapa Dapur MBG Harus Menggunakan Epoxy

Ketahanan Tinggi Epoxy untuk Aktivitas Dapur MBG yang Padat

Setiap harinya, di dapur MBG selalu ada uap panas, tumpahan kuah sayur, hingga gesekan peralatan masak berbahan logam yang berat. Tanpa proteksi yang tepat, lantai akan cepat retak dan rusak, yang pada akhirnya bisa menghambat proses distribusi atau bahkan merugikan secara materi karena seringnya renovasi.

Namun, mengaplikasikan epoxy pun tidak boleh dilakukan secara asal. Ada kriteria khusus mulai dari ketebalan hingga standar beton lantainya itu sendiri. Jika salah spesifikasi dan tahapan, lapisan bisa terkelupas dan justru masuk ke dalam makanan sebagai kontaminan.

Baca Juga: Jangan Asal Epoxy! Ini Spesifikasi Lantai Dapur MBG dan Cara Aplikasi Sesuai Standar BGN

Komitmen Terhadap Standar Badan Gizi Nasional

Dilansir dari Kompas.com pada September lalu, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmen dalam menjaga mutu dan keamanan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penerapan standar dapur secara menyeluruh di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan mengedepankan prinsip keamanan, higienitas, dan tata kelola yang ketat. Salah satunya adalah dengan lantai yang harus dilapisi epoxy. BGN menyatakan tidak akan main-main mengenai standar ini, karena hal ini bisa berpengaruh terhadap kualitas makanan dan keselamatan pekerja.

Lantai yang tanpa sambungan memudahkan petugas kebersihan untuk memastikan tidak ada air yang menggenang atau kotoran yang tertinggal. Langkah preventif ini sangat krusial mengingat skala produksi dapur MBG yang akan melayani ribuan makanan dalam satu waktu, di mana satu kesalahan sanitasi kecil bisa berdampak besar.

Baca Juga: Cegah Keracunan Makanan MBG: Urgensi Standar Lantai Dapur Sesuai Regulasi Badan Gizi Nasional

Dengan standarisasi infrastruktur yang tepat, dapur operasional MBG bisa menjadi simbol komitmen pemerintah dalam mengatasi stunting dan menjaga kesehatan generasi mendatang sejak dari area produksinya.